Assalamualaikum
Wr Wb
Hallo Sahabat Rumah Belajar.....
Apa Kabar sahabat semuanya, semoga selalu sehat ya ditengah
pandemi COVID-19 yang masih melanda kita sampai detik ini. Tetap menggunakan
masker jika berpergian, rajin cuci tangan, dan tetap jaga jarak. semoga pandemi
COVID-19 ini segera berakhir ya sahabat....
Baiklah mohon izin Sahabat yang hebat dalam kesempatan kita
sekarang ini saya akan memaparkan mengenai "Pemanfaatan Portal Rumah
Belajar dalam Pembelajaran Abad 21". Portal Rumah Belajar sudah kita
ketahui bersama bahwa portal ini merupakan karya anak bangsa yang bisa
dimanfaatkan oleh guru siswa dan masyarakat luas. Portal Rumah Belajar juga,
dikatakan oleh Para pendirinya salahsatunya Almarhum Bapak Hendriawan
Widiatmoko ini diperuntukan khusus dari guru, untuk guru dan oleh guru,
Alfatihah untuk beliau...semoga menjadi amal jariyah bagi beliau sebagai bentuk
kebaikan adanya portal Rumah Belajar yang terus berkembang terus menjadi
semakin baik.
Bagaimana
kaitannya portal Rumah Belajar ini dalam pembelajaran Abad 21?
Nah untuk menjawab ini mari kita diskusikan bersama ya
sahabat.....
Apakah Sahabat sudah pernah menerapkan Pembelajaran Abad 21
sekarang ini?
Sahabat, Pertanyaan ini sebenarnya ditujukan untuk
mengingatkan diri saya sendiri ya sahabat, tidak ada niat dalam hati ini untuk
mengajarkan sahabat, hanya berniat untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi
dengan sahabat semuanya. Semoga adanya diskusi kita dan saling berbagi ini
menjadikan manfaat dan kebaikan bagi kita semua terutama pendidikan kita
menjadi terus berkembang dan maju.
Adanya pandemi COVID-19 ini ternyata dibalik musibah ada hikmah.
Sebagai guru kita “dipaksa” untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh
yang pastinya tidak akan lepas dari teknologi dan informasi. Kegiatan Belajar
Mengajar (KBM) dilaksanakan dari rumah tanpa tatap muka secara langsung sebagai
upaya preventif pencegahan penularan COVID-19 yang dikenal dengan Pembelajaran
Jarak jauh (PJJ). Hal ini menjadi momen yang sangat tepat untuk memanfaatkan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran kita sebagai bagian
dari pembelajaran berbasis TIK. Sebenarnya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran
di zaman sekarang ini banyak yang menyebut era revolusi industri 4.0 di abad 21
ini sebagai hal yang lumrah dan semestinya kita bisa menyesuaikan diri dalam
menghadapi tantangan zaman yang sangat cepat bergerak. Oleh karena itu, adannya
pandemi COVID-19 dan tuntutan zaman abad 21 sebagai momentum yang baik untuk
bisa memanfaatkan TIK dalam pembelajaran sehingga kita terhindar dari COVID-19
akan tetapi juga kita bagian yang menyesuaikan akan tantangan zaman dalam hal
pemanfaatan TIK khusunya dalam pembelajaran.
Nah,
bagaimana Sahabat sebagai guru mengajarkan siswa di Abad 21 saat ini?Ada beberapa
hal yang menjadikan pembelajaran kita kepada siswa sesuai dengan tuntutan
zaman, diantaranya yang pertama, pembelajaran bisa memaksimalkan keterlibatan
siswa. kita sebagai guru hanya sebatas fasilitator saja. Siswa yang lebih aktif
saat pembelajaran. Guru terus berupaya melibatkan semua siswa yang menjadi
tanggung jawabnya. Dalam PJJ ini menjadi tantangan tersendiri untuk melibatkan
siswa 100% hadir dalam pembelajaran karena saat PJJ ini ternyata belum bisa
menghadirkan semua siswa dengan berbagai alasan yang disampaikan bahkan memang
tidak ada kabar sama sekali dari siswa. Bagaimana solusinya?peran serta Kepala
Sekolah, Wali Kelas Guru Mapel melakukan evaluasi secara rutin setidaknya 1
bulan sekali mendata kehadiran siswa dalam setiap pembelajaran. Hal ini
penting, karena tidak mungkin membiarkan siswa tidak terlibat sama sekali dalam
pembelajaran dari awal semester sampai akhir semester nanti. Kerjasama siswa, orang
tua dan sekolah menjadi kunci kesuksesan keterlibatan siswa dalam pembelajaran
jarak jauh ini dengan harapan bisa hadir 100% seperti saat pembelajaran tatap
muka.
Yang
kedua, guru dalam mengajarkan siswa di abad 21 sekarang ini, yaitu pembelajaran
berpusat pada siswa. Dalam filosofi Bapak Pendidikan kita Ki Hajar Dewantara
berpesan agar pendidikan berpusat pada murid/siswa, hal ini pernah disampaikan
oleh Bapak Dirjen GTK kita Dr Iwan Syahril mengenai filosofi pendidikan kita
yang sangat luar biasa bahwa menurut Ki Hajar Dewantara Guru itu berhamba pada
murid artinya kita sebagai guru mesti memikirkan segalanya tentang siswa kita
akan memenuhi kebutuhan pendidikannya. Selanjutnya yang ketiga, pembelajaran
yang dilakukan itu bersifat jangka panjang, artinya apa yang dipelajari hari
ini akan memberikan manfaat bagi kehidupannya kelak nanti. Pendidikan yang
diperoleh siswa sekarang menjadi bagian dari latihan atau simulasi menghadapi
tantangan di masa depan yang jauh akan lebih memiliki tantangan yang berbeda
dari sekarang. Diharapkan siswa setelah beranjak dewasa menghadapi kehidupannya
memilki daya juang dan adaptasi dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.
Hal ini berkaitan dengan poin yang keempat bahwa pembelajaran kepada siswa di
abad 21 ini berujung pada kemampuan memecahkan masalah, sehingga siswa dididik
dan dilatih oleh kita menjadi pribadi yang tangguh pantang menyerah menghadapi
permasalahan kelak nanti.
Berbicara
mengenai pembelajaran abad 21 pastinya akan sangat berkaitan dengan kecakapan
apa yang mesti ditanamkan saat melaksanakan pembelajaran, yang kita kenal
sebagai kecakapan abad 21. Apa saja kecakapan abad 21 ini sahabat?
1.
Kualitas Karakter
2.
Literasi
3.
Kompetensi
Ketiga
poin kecakapan abad 21 ini sebenarnya bagi para sahabat semuanya sudah ada
dalam pembelajaran kita dan bukan sesuatu yang belum ada akan tetapi kita
tinggal menguatkan lagi bahwa poin-poin ini akan sangat bermanfaat bagi siswa
kita di kemudian hari jika kita memang menanamkan nya sejak dini dalam
pembelajaran kita setiap pertemuannya. Yuk Kita bahas masing-masing ya sahabat,
1.
Kualitas karakter
Istilah karakter ini bagi sahabat semuanya sudah sesuatu hal yang
tidak asing lagi adanya pendidikan karakter dalam kurikulum merupakan bagian
yang tidak terpisahkan guna mendidik siswa menajdi pribadi yang tangguh berkarakter
baik yaitu diantaranya memiliki iman dan taqwa, rasa cinta tanah air, rasa
ingin tahunya tinggi, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan,
kesadaran sosial dan budaya dan memiliki alasan dan dasar yang jelas setiap
langkah dan tindakan yang dilakukannya (accountability)
2.
Literasi
Mengenai literasi sahabat, ada literasi dasar yang sejatinya ini
wajib dikuasai oleh siswa kita sebagai kecakapan dasar yang menunjang kecakapan
lainnya, yaitu membaca menulis dan berhitung (calistung). Akan tetapi ada juga
literasi baru terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Sudah siapkah
kita?apa saja literasi baru tersebut sahabat?yang pertama Literasi data, literasi
akan kemampuan membaca, menganalisis dan menggunakan informasi (big data) di
dunia digital. Saat ini kondisi berbagai aspek sudah serba digital baik sosial
ekonomi dan lainnya termasuk dunia pendidikan sudah menggunakan aplikasi
digital. Kemampuan literasi ini patut dilatihkan diajarkan oleh kita sebagai
guru kepada peserta didik kita. Yang kedua yaitu literasi teknologi berupa
memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, artificial intelegence
dan engineering principles). Saat ini teknologi informasi dan komunikasi juga
sudah sangat berkembang pesat dalam berbagi bidang termasuk pendidikan. Pembelajaran
berbasis TIK ini bagian dari upaya melatih peserta didik untuk membiasakan akan
teknologi informasi yang ada sekarang ini sebagai bekal bagi peserta didik
untuk menguasai teknologi informasi dan komunikasi untuk menghadapi masa
depannya. Adanya portal Rumah Belajar ini sebagai bagian dari perkembangan
teknologi yang sangat bisa dimanfaatkan saat pembelajaran oleh guru bersama
peserta didik. Memanfaatkan portal rumah belajar saat pembelajaran secara tidak
langsung melatih siswa untuk terbiasa akan literasi teknologi sekarang ini. Berikutnya
literasi manusia ini bertujuan agar manusia bisa berfungsi dengan baik di
lingkungannya. Menjadikan manusia yang humanities, pandai berkomunikasi dan
memiliki desain. Nah bagaimana cara mengajarkannya kepada peserta didik kita?yang
pertama bisa dilakukan saat pembelajaran bida menggunakan beberapa model yang
kontektual, berbasis proyek melalui implementasi model project based learning
misalnya karena melalui penggunaaan model ini dalam pembelajaran secara tidak langsung sebagi bentuk studi
tematik berbagai disiplin yang memiliki hubungan dengan dunia nya. Selanjutnya
cara mengajarkan literasi manusia kepada peserta didik kita dengan adanya
kegiatan ekstrakulikuler misalnya ekstrakurikuler wajib pramuka dan
ekstrakurikuler pilihan lainya seperti Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), English
Club, seni dan lain-lain. Melalui kegiatan ekstrakurukuler ini sebagai bentuk
General Education dalam literasi manusia. Dan yang terakhir sering-seringlah
mengadakan kunjungan magang, kerja praktik (higher order skill, leadership,
team work). Dengan demikian adanya litersi baru ini akan menjadikan peserta
didik kita lebih terlatih dan terbiasa akan literasi data, literasi teknologi dan
literasi manusia melalui aktifitas yang berkaitan interaksi dengan manusia terutama
komunikasi yang memiliki manfaat bagi peserta didik nantinya.
3.
Kompetensi
Kompetensi di dalam kecakapan abad 21 dikenal dengan 4 C (Critical
Thinking, Communication, Collaboration, Creativity). Kompetensi yang
pertama yang mesti ditanamkan kepada peserta didik adalah kemampuan berpikir
kritis (Critical Thinking), kemampuan ini bisa dilatihkan saat siswa diberikan
pertanyaan tertentu oleh guru dan siswa berpikir kitis dan menjawab pertanyaan
tersebut. Pertanyaan yang diajukan pastinya memiliki tingkatan kognitif mulai
dari analisis bukan pertanyaan tingkat mengingat saja, sebagai pertanyaan
kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill-HOTS). Kemampuan
berpikir ini bisa dilatihkan dengan memberikan soal HOTS yang disiapkan oleh
gurunya. Semakin sering diberikan soal yang melatih kemampuan berpikir tersebut
diharapkan siswa menjadi terlatih untuk berpikir kritis.
Kemampuan yang kedua adalah komunikasi (Commuications),
kemampuan berkomunikasi bisa dilatihkan saat siswa berdiskusi dengan siswa dan
guru. kemampuan komunikasi ini penting dilatihkan untuk peserta didik yang bisa
bermanfaat nanti saat di masyarakat untuk bisa menjalin komunikasi dalam rangka
menguatkan hubungan antar masyarakat.
Kemampuan ketiga kolaborasi (collaboration) ini bisa
dilatihkan saat bekerja sama membuat suatu proyek atau tugas tertentu dalam
kelompok. Kerja dalam tim ini sangat penting dalam kehidupan karena manusia itu
makhluk sosial yang senang untuk saling bergotong royong dalam menyelesaikan
sesuatu. Oleh karena itu kita sebagai guru perlu melatih siswa kita
berkolaborasi antar teman melalui kegaiatan pembelajaran.
Dan kompetensi yang terakhir adalah kreatifitas (creativity) siswa
perlu ditanamkan kepada peserta didik melalui pembelajaran misalnya siswa
diberikan kebebasan dalam membuat sesuatu produk tertentu saat pembelajaran. Hal
ini akan merangsang daya imajinasi dan kreatifitas siswa dalam membuat produk
tersebut. Mudah-mudahan siswa terus terbiasa dalam menumbuhkan daya kreatifitas
yang bermanfaat bagi dirinya sendiri di kemudian hari.
Bersambung ya sahabat..... J



Tidak ada komentar:
Posting Komentar