LUQMAN HAKIM, M.Pd (SMAN 2 SIAK KECIL PROVINSI RIAU) SAHABAT RUMAH BELAJAR (SRB) 2020 RIAU RUMAH BELAJAR KEMDIKBUD belajar.kemdikbud.go.id FITUR UTAMA: SUMBER BELAJAR-KELAS DIGITAL-LABORATORIUM MAYA-BANK SOAL

Rabu, 28 April 2021

KONEKSI ANTAR MATERI-KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

 

KONEKSI ANTAR MATERI-KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

LUQMAN HAKIM, M.PD.

(Guru SMAN 2 Siak Kecil Provinsi Riau-CGP Angkatan 2 Kab. Bengkalis Tahun 2021)

 

Setelah mengikuti alur aktivitas pembelajaran PGP ini, di awali kegitan mulai dari diri, eksplorasi konsep, ruang kolaborasi, refleksi terbimbing, demontrasi kontektual dan elaborasi pemahaman, tiba saatnya masuk pada tahapan koneksi antar materi sekarang ini. Tahap aktivitas pembelajaran koneksi antar materi berupa kesimpulan dan refleksi pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD).

Yang memperkuat pemahaman itu saat aktivitas elaborasi pemahaman yang dilaksanakan pada hari Senin, 26 April 2021 dengan konsep kegiatan berupa webinar. Hadir narasumber ahli dan saksi hidup yaitu Bapak Ki Prio Dwiarso dari Perguruan Taman Siswa yang dipandu oleh Bapak Simon Rafael selaku penulis modul pemikiran KHD. Dengan hadirnya Ki Prio dan pertanyaan dari Pak Simon yang mendalam tentang pemikiran KHD menjadikan pemahaman saya mengenai pemikiran KHD menjadi lebih kuat karena saya merasa setelah mengikuti tahapan aktivitas pembelajaran, kegiatan elaborasi ini betul-betul menguatkan pemahaman saya mengenai pemikiran KHD ini.

Ki Prio Dwiarso ini semasa KHD, saat itu masih kelas 4, beliau sangat merasakan didikan dari KHD. Beliau bercerita saat guru ilmu bumi sekarang geografi menggambar peta Indonesia di papan tulis, KHD malah mengajak anak-anak untuk keluar kelas agar membuat peta pulau jawa menggunakan pasir di luar kelas. Kemudian KHD mengangkat batu dan bertanya kepada anak-anak mengenai beberapa daerah agar menunjukan daerah dengan meletakkan batu di peta jawa yang terbuat dari pasir tersebut. Hal ini menurut Ki Prio apa yang sudah dilakukan KHD adalah kegiatan bermain sambil belajar. Bermain sebagai kodrat anak-anak sebagai insan di dunia dari Allah SWT, anak saat belajar tidak boleh ada paksaan. Misalnya saat anak memecahkan gelas itu hal biasa karena ketidaktahuannya maka anak itu diberitahu dengan baik.

Selanjutnya menurut Ki Prio, menyatakan bahwa Ki Hadjar itu sederhana saja mengenai konsep sekolah seperti taman dengan sistem among yang memerdekakan lahir dan bathin sejak dini. Nuansa saat belajar d sekolah semuanya muatannya dengan permainan misalnya untuk mengingat abjad atau huruf dengan cara dinyanyikan. Ki Prio bercerita sampai sekarang aktivitas saat belajar dengan KHD saat itu masih teringat sampai sekarang sehingga saya bisa bercerita apa yang pernah saya alami saat itu.

Ki Prio melanjutkan paparannya bahwa KHD itu pemikirannya untuk multikultur dan nasionalis. KHD berkonsultasi dengan KH Ahmad Dahlan sebagai senior dari KHD mengenai pendidikan. Seperti kita ketahui bahwa KH Ahmad Dahlan tokoh dari Muhammadiyah yang sampai sekarang terus berkembang pendidikan Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia. KH Ahmad Dahlan menyarankan kepada KHD agar membuat Perguruan Nasional sehingga pada tahun 1922 KHD mendirikan Taman Siswa. Pendirian Taman Siswa ini sebagai bentuk perguruan nasional yang mereformasi pendidikan dengan melihat bakat anak, yang memerdekakan lahir dan bathin. Perguruan Taman Siswa menggunakan asas kekeluargaan terdiri dari keluarga, sekolah dan masyarakat atau pemuda. Keluarga merupakan bagian yang utama sebagai pembentukan karakter dasar bagi anak seperti yang diterapkan pada pendidikan pondok pesantren, perguruan dan sekolah taruna yang pembelajarannya berbasis asrama, hal ini merupakan bagian dari perguruan Taman Siswa.

Metode Ki Hadjar itu relevan untuk masa depan. KHD ini brilian bertalenta yang berpikir melalui zamannya. KHD berupaya menyiapkan jiwa yang merdeka lahir dan bathin. Saat masa penjajahan kolonial berupaya untuk kemerdekaan bangsa dalam mencapai kemanusiaan yang adil dan beradab. Pemikiran KHD ini dapat berlaku selamanya dengan adanya kodrat alam dan kodrat zaman untuk kemajuan. Kodrat alam sebagai kuasa Tuhan, kodrat Allah, setiap anak sudah memiliki bakat, talenta, minat serta garisnya masing-masing. Sebagai guru mesti mengetahui bakat dan minat anak serta tidak boleh memaksakan kepada anak akan sesuatu hal. Teori Tabula rasa yang menyatakan bahwa setiap anak itu ibarat kertas kosong, kita sebagai guru bisa menuliskan apa saja dalam kertas itu. KHD menentang teori Tabula Rasa ini karena KHD menyatakan bahwa setiap anak sudah memiliki garis yang masih suram sebagai guru bertugas menebalkanya. Asalkan minat yang positif dari anak kita hasrus dukung seperti kepada anak kandung kita. Misalnya keinginan anak untuk menjadi tentara yang kita tuntun untuk mengikuti pendidikan di akabari.

Trilogi Pendidikan dari KHD yang kita kenal sebagai semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Mandyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Sebagai urutan semboyan ini dimulai dari Tut Wuri Handayani, sebagai guru kita menuntun anak agar aktif untuk mencari tahu tidak hanya pasif diberi tahu. Siswa diarahkan untuk mempelajari terlebih dahulu sebelum pembelajaran dilakukan dari berbagai sumber pembelajaran sehingga akan membangkitkan rasa ingin tahu dari anak. Yang kedua, Ing Madyo Mangun Karso, semangat dalam hal yang positif yang memberikan manfaat untuk masyarakat dan bangsa dan yang terakhir, Ing Ngarso Sung Tulodo, sehingga bisa memberi teladan.

Asas Trikon dalam pendidikan juga sangat penting. Yang pertama konvergen, yaitu keterbukaan akan dunia luar. Yang kedua konsentris, terus dipertahankan budaya luhur kita seperti bhineka tunggal ika, musyawarah mufakat, gotong royong sebagai akar budaya kita dan yang ketiga kontinue bahwa hasil budaya kita terus dipertahankan atau diolah secara terus menerus demi keberlanjutan bangsa dan Negara kita.

Yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum mempelajari modul ini bahwa murid saya itu memiliki kemampuan yang seragam sehingga dalam pembelajaran menggunakan metode yang konvensional juga. Murid juga bukan bagian dari fokus saya sebagai guru hanya sebatas melaksanakan kewajiban tugas sebagai guru semata sehingga pembelajaran dilakukan alakadarnya saja.

Yang berubah dari pemikiran dan perilaku saya setelah mempelajari modul ini adalah:

1.    Murid menjadi fokus utama saya sebagai guru,

2.  Murid memiliki bakat dan minatnya masing-masing, guru bertugas menuntun murid sesuai minat dan bakatnya juga

3.    Metode bermain saat pembelajaran ini mesti diterapkan karena bermain sebagai kodrat anak-anak di dunia,

4.    Sekolah menerapkan sistem among karena sekolah seperti taman yang menyenangkan dalam rangka memerdekakan lahir bathin anak sejak dini,

5.    Pendidikan karakter dari keluarga menjadi hal utama sebagai pendidikan karakter dasar bagi anak yang didukung pendidikan karakter baik di sekolah maupun di masyarakat yang mengedepankan asas kekeluargaaan,

6.    Adanya kodrat alam dan kodrat saman karena bagian dari kuasa Tuhan, kodrat Allah bahwa setiap anak itu sudah memiliki bakat, minat, talenta dan garis yang ditetapkan, tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada anak, minat anak yang positif perlu kita dukung sebagai guru harus mengetahui bakat dan minat setiap anak.

7.    Murid perlakukan seperti anak kandung yang berupaya mendidik dengan penuh kasih saying.

Yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD adalah

1.    Saya segera memetakan minat dan bakat yang ada pada murid-murid saya.

2.    Saya segera mengubah pola pikir saya bahwa murid menjadi fokus utama saya sebagai guru.

3. Saya akan segera memperbaharui metode pembelajaran dari konvensional menjadi pembelajaran dengan metode PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) dalam rangka memerdekakan lahir bathin anak sejak dini.

4.   Saya segera memperlakukan murid seperti anak kandung agar berupaya mendidik seperti anak sendiri dengan penuh kasih sayang.

Demikian kesimpulan dan refleksi saya mengenai pemikiran KHD baik sebelum, sesudah mempelajari modul serta penerapan bagi saya sebagai guru di sekolah. Terima Kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3.3.a.10. AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID DI SMAN 2 SIAK KECIL PROVINSI RIAU

  3.3.a.10. AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID DI SMAN 2 SIAK KECIL PROVINSI RIAU Oleh : LUQMAN HAKIM SMAN 2...